Sunday, July 8, 2012

Manhattan : Pulau yang Dulu Dibeli Murah hanya $ 24 (Rp 216.000)


Kota Manhattan - visitingdc.com
Manhattan dulu pernah ditukar guling dengan salah satu pulau penghasil rempah rempah di wilayah Ambon oleh sesama penjajah. Hal ini juga terjadi tukar guling Bengkulu dengan Singapura antara penjajah Belanda dan Inggris. Perkembangan saat ini sangat kontras hasil tukar guling tersebut yaitu tukarannya jadi berkembang pesat dan aslinya kurang berkembang.


Manhattan saat ini merupakan nama pulau terkenal di dunia yang menjadi pusat bisnis di Kota New York, Amerika Serikat.Manhattan menjadi bagian dari 5 kota yang membentuk New York
Konon katanya dari proporsi luas wilayah dengan jumlah penduduk, kota Manhattan mendapat predikat sebagai kota terpadat di Amerika Serikat. Kota Manhattan bisa didatangi dengan menyeberangi sungai Hudson melintasi Manhattan Golden Bridge atau yang juga dikenal dengan sebutan Manhattan Skyline Bridge 

Berdasarkan perhitungan pada November 2011, saat memperingati hari pembelian pulau emas itu pertama kali pada 385 tahun yang lalu, nilai lahannya mencapai US$132 miliar atau kalau dirupiahkan mencapai Rp1.188 triliun. 

Bahkan, menurut perhitungan yang lebih optimistis, nilai pulau itu bisa mencapai US$177 triliun yang mencakup harga lahan, infrastruktur dan gedung-gedungnya yang sudah berdiri tegak pada hari ini.
Akan tetapi, tahukah anda berapa harga pulau itu dulunya? Peter Minuit alias Pieter Minuit alias Pierre Minuit atau juga Peter Minnewit, seorang saudagar Belanda membeli Manhattan yang masih sederhana pada 24 Mei 1626, dengan harga cuma 60 guilders atau US$24 setara Rp216.000!!

Pulau yang tercatat menurut Wikipedia, memiliki luas wilayah 87,5 Km2 dan luas lahan 59,5 KM2 dengan perkiraan jumlah penduduk pada Juli 2011 mencapai 1,6 juta jiwa.




Lalulintas di Manhattan  -  tysto.com

Manhattan merupakan salah satu lokasi yang merasa harus didatangi oleh orang atau siapa saja saat ini kalau ingin berkunjung ke New York, Amerikat Serikat. Pulau yang dijejali oleh gedung-gedung tinggi dan menjadi pusat bisnis yang hidup sepanjang waktu itu, kini menjadi salah satu penggerak ekonomi New York dan Amerika Serikat tentunya.


Manhattan Skyline Bridge - britannica.com
Hebatnya, Minuit membeli Manhattan pada tahun 1626 seharga US$24 dengan surat utang yang dijamin oleh Pieter Janszoon Schagen, seorang jajaran direksi Dutch West India Company kepada negara federal pada November tahun itu. Dia sendiri juga menjadi Direktur pada perusahaan tersebut. 



Peta Manhattan dan sekitarnya - michellehenry.fr


Pada 1846 dalam sebuah sejarah New York disetarakan nilai pembelian sebesar 60 giulder itu dengan US$24. Sedangkan Edwin G. Burrows dan Mike Wallace menuliskan kembali dalam catatan mereka terhadap sejarah New York soal nilai 60 guilder itu yang disetarakan dengan US$1000 pada 2006. Sedangkan berdasarkan pada sejarah zaman itu yang diukur dengan dasar penilaian pada harga perak dikalkulasikan dengan setara nilai pada US$72.




Manhattan bertabur cahaya saat malam 
cheaphotelsinnyc.org


Berapapun nilai penyetaraan 60 guilder itu menjadi tidak terlalu penting karena tetap saja bagai langit dan bumi kalau disandingkan dengan harga lahan Manhattan saat ini yang mencapai US$133 miliar. Sumber: communities.washingtontimes.com ,Wikipedia. dan berbagai sumber lainnya


Peta Model Kota Manhattan Yang Terbuat Dari Marmer   

Ini adalah sebuah model skala dari kota Manhattan yang dipahat dengan tangan dari lempengan marmer dengan berat dua setengah ton, dan merupakan peta terberat di dunia.
 
Diukir oleh seniman Jepang Yutaka Sone, dan membuat pengunjung di galeri seni New York City terpesona.Peta ini dipajang di galeri David Zwirner di New York, dimana Sone menggunakan reproduksi fotografi, citra dari Google Earth, dan beberapa perjalanan dengan helikopter untuk merender Manhattan yang terkenal dengan Central Park, serta gedung pencakar langitnya. Yutaka Sone dilahirkan pada tahun 1965 di Shizuoka, Jepang. Ia belajar arsitektur di Universitas Geijutsu Tokyo.
Sumber : memobee.com



No comments:

Post a Comment